Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juli 2019

Yang terberat

Itu saat masalah sedang kita tidak siap, rumus jitu sudahlah sandarkan kepada-NYA. Terima, ikhlas

Ini Sugesti Waktu Kecil

Waktu kecil umur 7-13 th di samping ikut sekolah formal SD, siang sampai sorenya (14:00 ~16:00) ikut sekolah "Arab" Diniyah. Nah jarak antara sekolah dengan sekolah jalan kaki jarak sekitar 2 Km. Ada pengalaman sendiri jaman itu, jika jalan kaki dan ingin cepat sampai sekolah atau waktu pulang cepat sampai rumah, oleh teman disuruh bawa daun gelis (red: gelis bahasa jawa artinga cepat). Dan benar waktu itu jalan kaki tahu-tahu sudah sampai sekolah, sudah sampai rumah.
Inilah efek sugesti yang masuk ke alam bawah alam sadar hingga akhirnya dirasakan waktu begitu cepat tidak terasa. Itu bukan apa apa, karena waktu tidak terasa karena tergerus oleh ngobrol ngalor ngidul, eh ternyata sudah sampai tujuan.

Daun Gelis (Red: Gelis bhs jawa = cepat)


Minggu, 10 Maret 2019

Baru Paham Sekarang Bahwa Kiamat Sudah Dekat sejak diutusnya Nabi Muhammad. Dekatnya Seperti Jarak 2 Jari

Waktu kecil kita pernah dengar bahwa kiamat itu sudah dekat, sedekat jarak dua jari telunjuk dan jari tengah. Hal itu baru kita ngeh karena memang, sejak nabi Adam AS turun di bumi sampai saat sekarang sudah lama banget. 

Dari pergantian generasi dan utusan nabi atatu rasul silih berganti. Dan Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir yang menyerpurnakan ajaran syariat sebelumnya karena memang dunia sudah mau berakhir, ini adalah perjalan di saat saat jaman akhir. Lalu sudah cukupkah bekal kita?

Rabu, 14 Juni 2017

Mangan Ora Mangan

Kalimat ini lengkapnya adalah: Mangan ora mangan sing penting kumpul. Terjemahan dalam bahasa Indonesia: Makan tidak makan yang penting bersama-sama. Maksudnya adalah dalam suatu keluarga di sini lebih diutamakan kebersamaan yang penting merasa nyaman kebersaan baik lokasi rumah ataupun hal lain, jadi makan tidak menjadi terlalu penting, lebih cenderung mengorbankan kelaparan untuk mencapai kebersamaan.

Sungguh aneh  memang pemahaman atau ungkapan kalimat ini, tapi suatu saat saya pernah merasakan ungkapan ini....oh ini toh rasanya kalau jauh dari keluarga/orang tua/saudara untuk bekerja jauh dari orang tua/saudara. Dan rasa saat itu sempat membenarkan ungkapan tersebut. Tetapi ini hanya emosi sesaat saat itu yang pertama kali jauh merantau ke propinsi lain luar Jawa. 
Seiring berjalanannya waktu ungkapan tersebut tidak berlaku lagi dan malah sebaliknya. Yang penting makan (sejahtera) walau tidak bersama.

Sejalan dengan "....jemputlah rezeki Allah dimanapun kamu berada..." tidak harus terpaku disatu tempat saja.

Rabu, 04 Juni 2014

Fenomena CAPRES

Aku membacanya Presiden terpilih itu merupakan perwakilan dari bagaimana rakyatnya. Dan aku  berdo'a semoga rakyat masyarakat kita masih banyak yang lebih baik. Sehingga  kata hati rakyat terpenuhi dan dilaksanakan oleh Presidennya.


ADS Article